<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rismaka&#039;s Weblog &#187; salaf</title>
	<atom:link href="http://blog.rismaka.net/tag/salaf/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.rismaka.net</link>
	<description>If I had more time, I would have written a shorter letter</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 16:51:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bolehkah Menggunakan Gelar Al Atsary?</title>
		<link>http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm</link>
		<comments>http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 17:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[atsary]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad shaquille]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm</guid>
		<description><![CDATA[<p>"Bukanlah suatu aib bagi sesorang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan dirinya kepada salaf serta bangga dengan salaf, bahkan wajib menerima hal ini sesuai dengan kesepakatan (para ulama), karena madzhab salaf tidaklah kecuali benar”.</p><p><a href="http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm">Bolehkah Menggunakan Gelar Al Atsary?</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img686.imageshack.us/img686/7741/muhammadshaquillealatsa.jpg" alt="Muhammad Shaquille Al Atsary" width="450" height="459" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Muhammad Fatih Al Atsary</em></strong> &#8211; Insya Allah</p>
<p>Berkata as-Sam&#8217;ani (meninggal tahun 562 H) dalam kitabnya al-Ansab 1/136: Penisbatan kepada Atsar yaitu hadits dan mencari ilmu hadits serta mengikuti hadits.</p>
<p>Dan bait syair pertama di dalam al-Alfiyah al-Haditsiyyah yang telah masyhur oleh al-Hafidh al-Iraqi (meninggal tahun 806 H), beliau berkata:<br />
Abdurrahim bin al-Husain al-Atsari yang mengharap (ampunan) Rabbnya yang Maha Kuasa berkata: Al-Hafidh as-Sakhowi (meninggal tahun 902 H) mensyarah bait di atas dalam kitab Fathul Mughits 1/3 dengan perkataan beliau : Penisbatan kepada Atsar, para ulama menisbatkan diri mereka kepadanya dan sebagian mereka yang mengarang kitab dalam bidang tersebut telah menisbatkan kepadanya dengan baik. Apabila kalian tidak bisa persis seperti mereka, maka samailah mereka, sesungguhnya menyamai orang yang mulia merupakan suatu keberuntungan. Jika seandainya penisbatan kepada madzhab-madzhab atau profesi atau negara atau gelar-gelar diperbolehkan, maka penisbatan kepada Sunnah dan Hadits serta Atsar lebih utama untuk diterima.</p>
<p>Syaikh kami al-Albani -rahimahullah- menyindir sebagian penuntut ilmu, yang menyelisihi Sunnah dan mengubah manhaj ahli sunnah, namun disisi lain salah seorang dari mereka menggelari dirinya dengan Atsari. Sedangkan dia dari Atsar dan Sunnah berjauhan. Maka penisbatan itu bathil, menyelisihi hakekat sebenarnya. Syaikh -rahimahullah- membantah terhadap sebagian para penulis muda yang menyelisihi Sunnah dan kebenaran, namun dirinya menisbatkan kepada Atsar dalam rangka ikut-ikutan dan untuk menipu (orang awam). Beliau berkata: &#8220;Al-Atsari adalah mode zaman ini!&#8221;</p>
<p>Ya, demikianlah orang yang perkataannya menyelisihi keadaannya, lisan mereka telah merubah perbuatan mereka. Pengingkaran syaikh kami adalah benar, pengingkaran tersebut ditujukan kepada yang menisbatkan (orangnya), bukan terhadap apa yang dinisbatkan, karena beliau berkata setelah itu untuk membantah orang yang menisbatkan kepada atsar tersebut, dan untuk menyingkap hakekat sesungguhnya: &#8220;Ketika ia mengira barangsiapa yang tidak mengikuti perkataannya … bahwa dia seorang salafi atsari seratus persen, padahal sesungguhnya ia seorang kholafi mu&#8217;tazili dari para pengekor hawa nafsu&#8221;. Beliau membolehkan penisbatan tersebut, seperti orang-orang sebelum beliau dari para imam dan ulama</p>
<p>Apa yang dinisbatkan kepada salaf (salafi) pada dasarnya sama dengan apa yang dinisbatkan kepada atsar (atsari), keduanya sama. Yang semisal dengan hal diatas adalah pembedaan antra para dai yang sebenarnya dan orang-orang yang hanya mengaku, al-Allamah asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah- ketika ditanya tentang penamaan as-salafi, al-atsari, apakah ini termasuk tazkiyah/rekomendasi?</p>
<p>Maka samahatus syaikh -rahimahullah- menjawab: &#8220;Apabila benar adanya bahwa dia atsari atau salafi maka tidak masalah, seperti yang diucapkan oleh ulama terdahulu, fulan salafi, fulan atsari, ini merupakan rekomendasi yang diharuskan dan wajib&#8221;. Adapun yang dinukil oleh sebagian saudara kita yang difahami darinya bahwa ada yang menyelisihi dalam hal ini, dan ini dinukil dari fadhilatus Syaikh Sholeh al-Fauzan –semoga Allah memberi kita manfaat darinya-, maka yang benar dalam hal ini –insya Allah- apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- dalam Majmu&#8217; Fatawa 4/149 beliau berkata: &#8220;<strong><em>Bukanlah suatu aib bagi sesorang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan dirinya kepada salaf serta bangga dengan salaf, bahkan wajib menerima hal ini sesuai dengan kesepakatan (para ulama), karena madzhab salaf tidaklah kecuali benar</em></strong>”. Jika penisbatan tersebut selaras antara dhohir dan batinnya maka hal ini setara dengan kedudukan seorang mukmin yang berada diatas kebenaran secara dhohir dan batin</p>
<p>Namun jika dhohirnya saja tanpa bathinnya, maka hal ini kedudukannya sama dengan munafiq, maka kita terima apa yang nampak dari hal tersebut dan kita serahkan yang tidak tampak kepada Allah, karena kita tidak diperintahkan untuk menghukumi apa yang ada di hati manusia. Ini sesuai dengan perkataan para imam dan ulama antara satu dengan lainnya dan menyelisihi perkataan selain mereka, dari orang-orang yang tidak faham perkataan para imam dan ulama, maka renungkanlah.</p>
<p>Untuk mendapatkan faidah lebih lanjut akan hal ini lihatlah Al-Lubab 1/28 oleh Ibnu Atsir, Siyar a’lam an-nubala 18/510, 1/475 oleh adz-dzahabi, Taudhihul Musytabah 1/122 oleh Ibnu Nashiruddin ad-damasyqi, Lawami’ul al-anwar al-bahiyyah 1/64 oleh as-Safarini dan selainnya</p>
<p>(<a rel="nofollow" href="http://dzakhirah.co.cc/2008/11/gelar-al-atsary/">Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah edisi 28 hal. 48-49</a>)</p>
<p><a href="http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm">Bolehkah Menggunakan Gelar Al Atsary?</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.rismaka.net/2010/bolehkah-menggunakan-gelar-al-atsary.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Bukan Salafi</title>
		<link>http://blog.rismaka.net/2009/aku-bukan-salafi.htm</link>
		<comments>http://blog.rismaka.net/2009/aku-bukan-salafi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rismaka.net/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang masih &#8216;blank&#8217; tentang makna dan hakikat salaf, salafi dan salafiyyin. Sayangnya, kekosongan pemahaman tentang hal ini kemudian diisi oleh sebuah realita &#8216;mengejutkan&#8217; dari sebagian orang yang mengaku sebagai salafi. Kasar, kaku, suka main tuduh sebagai ahli bid&#8217;ah dan beragam kejutan-kejutan lain dimunculkan dari orang-orang yang mengaku salafi tadi. Akhirnya, sebagian orang pun mengidentikkan [...]<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/aku-bukan-salafi.htm">Aku Bukan Salafi</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang masih &#8216;blank&#8217; tentang makna dan hakikat salaf, salafi dan salafiyyin. Sayangnya, kekosongan pemahaman tentang hal ini kemudian diisi oleh sebuah realita &#8216;mengejutkan&#8217; dari sebagian orang yang mengaku sebagai salafi. Kasar, kaku, suka main tuduh sebagai ahli bid&#8217;ah dan beragam kejutan-kejutan lain dimunculkan dari orang-orang yang mengaku salafi tadi. Akhirnya, sebagian orang pun mengidentikkan salafi pada gaya-gaya yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Tanpa mau mengenal dan mengetahui lebih lanjut apa sebenarnya hakikat dari salaf, salafi dan salafiyah.</p>
<p>Kalau kata salafi itu berarti berkata-kata kasar, mudah menuduh sesama muslim sebagai ahli bid&#8217;ah, mudah menganggap bahwa hanya diri sendiri salafi sementara salafi lain adalah salafi palsu, maka persaksikanlah bahwa &#8220;<strong>AKU BUKAN SALAFI</strong>&#8221;</p>
<p align="center"><img src="http://img69.imageshack.us/img69/7936/akubukansalafy.jpg" alt="aku bukan salafy" width="450" height="216" /></p>
<p><em>[Dinukil dari resensi buku Aku Bukan Salafy?. penulis Abu Umar Basyir. Penerbit : Munaizah Media. Harga: Harga : (-+) Rp. 26.000]</em></p>
<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/aku-bukan-salafi.htm">Aku Bukan Salafi</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.rismaka.net/2009/aku-bukan-salafi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rismaka Seorang Surury???</title>
		<link>http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm</link>
		<comments>http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 18:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afatih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[rismaka]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[surury]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya meninggalkan dunia &#8220;dakwah&#8221; di internet, khususnya di dalam bidang Al Manhaj Assalafiyyah. Ada beberapa faktor tentunya yang melandasinya, namun saya tidak akan menjelaskannya di sini. Dan rasanya juga sudah cukup lama saya tidak melibatkan diri dalam perjidalan (baca=perdebatan) dalam masalah manhaj nan mulia ini, sehingga saya berbaik sangka bahwa orang yang memusuhi [...]<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm">Rismaka Seorang Surury???</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama saya meninggalkan dunia &#8220;<em>dakwah</em>&#8221; di internet, khususnya di dalam bidang <em>Al Manhaj Assalafiyyah</em>. Ada beberapa faktor tentunya yang melandasinya, namun saya tidak akan menjelaskannya di sini. Dan rasanya juga sudah cukup lama saya tidak melibatkan diri dalam <em>perjidalan</em> (baca=perdebatan) dalam masalah manhaj nan mulia ini, sehingga saya berbaik sangka bahwa orang yang memusuhi saya pun semakin sedikit.</p>
<p>Namun secara tiba-tiba, datanglah sebuah komentar yang jauh lebih buruk daripada komentar yang paling saya benci. (Lihat artikel tentang <a title="Mengenal tingkatan kasta komentar para blogwalker" href="http://rismaka.net/2009/04/mengenal-tingkatan-kasta-komentar-para-blogwalker.html">Mengenal tingkatan kasta komentar para blogwalker</a>)</p>
<p>Komentar tersebut dilontarkan oleh seseorang yang mempunyai nama kunyah yang bagus, yaitu <strong>Abu Abdillah</strong>. Namun komentarnya sungguh tidak sebagus namanya.</p>
<p align="center"><a title="Klik untuk memperbesar" href="http://img268.imageshack.us/img268/8483/rismakaseorangsurury.jpg" target="_blank"><img height="229" alt="rismaka seorang surury" hspace="5" src="http://img268.imageshack.us/img268/8483/rismakaseorangsurury.jpg" width="450" /></a></p>
<p align="center">Komentar di atas ada di <a title="Download Ebook" href="http://rismaka.net/download/ebook">halaman download Ebook</a></p>
<p>Saya agak lucu aja membacanya. Karena pada hakikatnya orang yang bernama Abu Abdillah itu tidak mengerti tentang apa itu manhaj, apa itu salafy, dan apa itu surury, tapi bisa-bisanya menyebut orang sebagai surury, atau mirip surury. Hiks&#8230; Sungguh bodoh dan tololnya orang ini.</p>
<p>Tidak tahukah ia bahwa sebutan &#8220;surury&#8221; bagi saudaranya adalah lebih kasar daripada sebutan &#8220;anj*ng&#8221;, &#8220;b*bi&#8221;, dan semisalnya?</p>
<p>Yang membuat saya heran adalah bisa-bisanya orang ini membuat permusuhan kepada saudaranya yang sebelumnya tidak ia kenal. Saya belum pernah sekalipun berinteraksi dengan yang namanya Abu Abdillah ini, eh tiba-tiba dia muncul tanpa salam (Adab yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim, apalagi dengan alamat URL yang mengatasnamakan Salafy), dan menyebut blog <a title="RISOFTE" href="http://rismaka.net/">rismaka.net</a> <em>mirip dengan surury</em>. Secara tak langsung ia telah menyebut saya, admin dari rismaka.net sebagai seorang surury. Walau kata-katanya dibuat samar (&#8220;<strong><em>mirip surury</em></strong>&#8220;), tapi tetap saja pada hakikatnya ia telah menuduh saudaranya sebagai surury.</p>
<p>Kepada orang itu, saya hanya bisa mengucapkan &#8220;<strong><em>Jazakallah</em></strong>&#8221; (Semoga Allah Ta&#8217;ala membalas -atas apa yang telah anda ucapkan-)</p>
<p>Kepada orang itu dan juga orang-orang yang sependapat atau sepaham dengannya, tunjukkanlah <em>burhan</em> dan <em>bayan</em> yang nyata dan bukah hanya dzan (prasangka belaka) bahwa saya a k a rismaka adalah seorang <em>surury</em>!</p>
<p><em>&#8220;…Katakanlah: tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar&#8221;</em> [QS Al-Baqarah: 111].</p>
<p>Buat orang yang bernama Abu Abdillah, bertaubatlah kepada Allah dari ucapan-ucapan kotor terhadap saudaramu, dan berhentilah menjadi <strong><em>kecoak dakwah</em></strong> yang hanya mengotori dakwah <em>salafiyyah</em> yang mulia ini. Janganlah engkau jauhkan orang-orang dari manhaj <em>salaf</em> dengan caramu dalam berucap dan berdakwah.</p>
<p>Engkau hanyalah seorang <em>juhala</em> (orang bodoh) yang tidak (belum) paham apa itu manhaj, apa itu salafy, dan apa itu surury. Belajarlah, Sibukkanlah diri dengan menuntut ilmu syar&#8217;i, dan serahkan dakwah kepada ahlinya. Pelajarilah apa itu manhaj, apa itu salafy, dan pelajarilah pula bagaimana berdakwah secara hikmah sehingga orang-orang awam tidak lari olehmu dan oleh orang-orang yang satu tipe denganmu.</p>
<p>Yo wislah, saya harap tidak ada lagi saudara-saudara saya seiman, seaqidah, dan semanhaj yang menuduh saudaranya sebagai seorang mubtadi&#8217;. Saya udah capek ngeladenin semuanya. Karena bagaimanapun juga, meladeni kecoak, tetaplah akan kecipratan baunya, dan saya tak mau dapat dosa jika berjidal lagi.</p>
<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm">Rismaka Seorang Surury???</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.rismaka.net/2009/rismaka-seorang-surury.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

