<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rismaka&#039;s Weblog &#187; facebook</title>
	<atom:link href="http://blog.rismaka.net/tag/facebook/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.rismaka.net</link>
	<description>If I had more time, I would have written a shorter letter</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 16:51:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Di Balik Fenomena Facebook</title>
		<link>http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm</link>
		<comments>http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 04:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afatih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Keren]]></category>
		<category><![CDATA[aib]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm</guid>
		<description><![CDATA[Di sela-sela pekerjaan, mata saya terusik dengan sebuah artikel yang dikirimkan ke saya lewat facebooknya. Judulnya adalah &#8220;Di Balik Fenomena Facebook&#8220;. Ada yang sangat menarik dari artikel ini. Sepertinya kita semua harus membacanya, serta merenungkan apa hikmah yang terkandung di dalamnya. Berikut ini saya kutip artikel dengan beberapa pengeditan: Di Balik Fenomena Facebook Ketika perpecahan [...]<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm">Di Balik Fenomena Facebook</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sela-sela pekerjaan, mata saya terusik dengan sebuah artikel yang dikirimkan ke saya lewat facebooknya. Judulnya adalah &#8220;<strong>Di Balik Fenomena Facebook</strong>&#8220;.</p>
<p>Ada yang sangat menarik dari artikel ini. Sepertinya kita semua harus membacanya, serta merenungkan apa hikmah yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Berikut ini saya kutip artikel dengan beberapa pengeditan:</p>
<h2>Di Balik Fenomena Facebook</h2>
<p>Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.</p>
<p>Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.</p>
<p>Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu &#8230;&#8217;siapa calon bapak si jabang bayi?&#8217;</p>
<p>Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.</p>
<p>Wuiih&#8230;&#8230;mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.</p>
<blockquote>
<p>Wuiiih&#8230;&#8230;ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf &#8230;.’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.</p>
</blockquote>
<p><strong>Fenomena itu bernama facebook</strong>, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook:</p>
<ul>
<li>Seorang wanita menuliskan &#8220;Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya&#8230;..?&#8221; &#8212;&#8212;kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan &#8220;mau ditemanin? Dijamin puas deh&#8230;&#8221;</li>
<li>Seorang wanita lainnya menuliskan &#8220;Bangun tidur, badan sakit semua, biasa&#8230;.habis malam jumat ya begini&#8230;&#8221; kemudian komen2 nakal bermunculan&#8230;</li>
<li>Ada yang menulis &#8220;bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi&#8230;.&#8221;, &#8212;-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.</li>
<li>Ada pula yang komen di wall temannya &#8220;eeeh ini si anu ya &#8230;., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu&#8230;.&#8221; &#8212;-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.</li>
<li>Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya &#8220;habis minum jamu nih&#8230;., ada yang mau menerima tantangan ?&#8221; &#8212;-langsung berpuluh2 komen datang.</li>
<li><del>Ada yang hanya menuliskan, &#8220;lagi bokek, kagak punya duit&#8230;&#8221;</del> (Saya terpaksa mencoretnya, karena sepertinya saya kurang setuju dengan pengambilan contohnya &#8211; <strong>rismaka</strong>)</li>
<li>Ada juga yang nulis &#8220;mau tidur nih, panas banget&#8230;bakal tidur pake dalaman lagi nih&#8221;.</li>
<li>Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.</li>
</ul>
<p align="center"><img height="558" alt="sibuk-facebook" src="http://img67.imageshack.us/img67/6522/sibukfacebook.jpg" width="400" /></p>
<p><strong>Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.</strong></p>
<p><strong>Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.</strong></p>
<ul>
<li>Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek&#8230;..padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab</li>
<li>Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria&#8230;.</li>
<li>Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.</li>
</ul>
<p>Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni &#8216;<strong>kesenangan semu</strong>&#8216; dan dibungkus dengan &#8216;<strong>persahabatan fatamorgana</strong>&#8216; ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.</p>
<p>Dan Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita: &#8220;<em>Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau</em>&#8221; [HR. Bukhori]</p>
<p>Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.</p>
<p>Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.</p>
<p>Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.</p>
<p>Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan &#8216;kesenangan&#8217;, &#8216;gurauan&#8217; membuat Iffah kita luntur tak berbekas.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=149359303894&amp;h=6bcf1b4818a5f5a70e65d9649a96f9f2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fgroup.php%3Fgid%3D88154308162">FTJAI</a></p>
<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm">Di Balik Fenomena Facebook</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.rismaka.net/2009/di-balik-fenomena-facebook.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampilan Baru Rismaka&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm</link>
		<comments>http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 12:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[maniak]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini tampil dengan mengikuti perkembangan facebook&#8230; You know, karena orang-orang kantor itu sebagian besarnya maniak facebook. Walau saya dahulu sudah apriori terhadap facebook, tapi entah kenapa sekarang ini saya agak ketularan teman-teman kantor yang sering ber-facebook ria. Maka jadilah saya masuk ke dalam Jamaah Fesbukiyah.. Add Saya di Rismaka On FB Tampilan Baru Rismaka&#8217;s [...]<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm">Tampilan Baru Rismaka&#8217;s Weblog</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini tampil dengan mengikuti perkembangan facebook&#8230; You know, karena orang-orang kantor itu sebagian besarnya maniak facebook.</p>
<p>Walau saya dahulu sudah apriori terhadap facebook, tapi entah kenapa sekarang ini saya agak ketularan teman-teman kantor yang sering ber-facebook ria. Maka jadilah saya masuk ke dalam Jamaah Fesbukiyah..</p>
<p>Add Saya di <a href="http://www.facebook.com/rismaka"><strong>Rismaka On FB</strong></a></p>
<p align="center"><img height="234" alt="underconstruction" src="http://img387.imageshack.us/img387/3479/underconstructionb.jpg" width="200" /></p>
<p><a href="http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm">Tampilan Baru Rismaka&#8217;s Weblog</a> is a post from: <a href="http://blog.rismaka.net">Rismaka&#039;s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.rismaka.net/2009/tampilan-baru-rismakas-weblog.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

