Rismaka Seorang Surury???
Sudah lama saya meninggalkan dunia “dakwah” di internet, khususnya di dalam bidang Al Manhaj Assalafiyyah. Ada beberapa faktor tentunya yang melandasinya, namun saya tidak akan menjelaskannya di sini. Dan rasanya juga sudah cukup lama saya tidak melibatkan diri dalam perjidalan (baca=perdebatan) dalam masalah manhaj nan mulia ini, sehingga saya berbaik sangka bahwa orang yang memusuhi saya pun semakin sedikit.
Namun secara tiba-tiba, datanglah sebuah komentar yang jauh lebih buruk daripada komentar yang paling saya benci. (Lihat artikel tentang Mengenal tingkatan kasta komentar para blogwalker)
Komentar tersebut dilontarkan oleh seseorang yang mempunyai nama kunyah yang bagus, yaitu Abu Abdillah. Namun komentarnya sungguh tidak sebagus namanya.
Komentar di atas ada di halaman download Ebook
Saya agak lucu aja membacanya. Karena pada hakikatnya orang yang bernama Abu Abdillah itu tidak mengerti tentang apa itu manhaj, apa itu salafy, dan apa itu surury, tapi bisa-bisanya menyebut orang sebagai surury, atau mirip surury. Hiks… Sungguh bodoh dan tololnya orang ini.
Tidak tahukah ia bahwa sebutan “surury” bagi saudaranya adalah lebih kasar daripada sebutan “anj*ng”, “b*bi”, dan semisalnya?
Yang membuat saya heran adalah bisa-bisanya orang ini membuat permusuhan kepada saudaranya yang sebelumnya tidak ia kenal. Saya belum pernah sekalipun berinteraksi dengan yang namanya Abu Abdillah ini, eh tiba-tiba dia muncul tanpa salam (Adab yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim, apalagi dengan alamat URL yang mengatasnamakan Salafy), dan menyebut blog rismaka.net mirip dengan surury. Secara tak langsung ia telah menyebut saya, admin dari rismaka.net sebagai seorang surury. Walau kata-katanya dibuat samar (“mirip surury“), tapi tetap saja pada hakikatnya ia telah menuduh saudaranya sebagai surury.
Kepada orang itu, saya hanya bisa mengucapkan “Jazakallah” (Semoga Allah Ta’ala membalas -atas apa yang telah anda ucapkan-)
Kepada orang itu dan juga orang-orang yang sependapat atau sepaham dengannya, tunjukkanlah burhan dan bayan yang nyata dan bukah hanya dzan (prasangka belaka) bahwa saya a k a rismaka adalah seorang surury!
“…Katakanlah: tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” [QS Al-Baqarah: 111].
Buat orang yang bernama Abu Abdillah, bertaubatlah kepada Allah dari ucapan-ucapan kotor terhadap saudaramu, dan berhentilah menjadi kecoak dakwah yang hanya mengotori dakwah salafiyyah yang mulia ini. Janganlah engkau jauhkan orang-orang dari manhaj salaf dengan caramu dalam berucap dan berdakwah.
Engkau hanyalah seorang juhala (orang bodoh) yang tidak (belum) paham apa itu manhaj, apa itu salafy, dan apa itu surury. Belajarlah, Sibukkanlah diri dengan menuntut ilmu syar’i, dan serahkan dakwah kepada ahlinya. Pelajarilah apa itu manhaj, apa itu salafy, dan pelajarilah pula bagaimana berdakwah secara hikmah sehingga orang-orang awam tidak lari olehmu dan oleh orang-orang yang satu tipe denganmu.
Yo wislah, saya harap tidak ada lagi saudara-saudara saya seiman, seaqidah, dan semanhaj yang menuduh saudaranya sebagai seorang mubtadi’. Saya udah capek ngeladenin semuanya. Karena bagaimanapun juga, meladeni kecoak, tetaplah akan kecipratan baunya, dan saya tak mau dapat dosa jika berjidal lagi.

Sabar…
semoga orang tersebut dibuka hatinya oleh Allah SWT..
inilah resiko ngeblog…
ada yang suka, ada yang gak suka, bahkan benci dengan tulisan kita..
Wassalam..
Terima kasih mas dalmuji
Aku hanya bisa mengatakan sabar…Mas
Rasullulah SAW pernah berkata…
“Perbuatan Baik Yang Paling Baik Adalah Jangan Engkau Pernah Marah”
He..he..Maaf Mas…bukan ngajarin, tapi mengingatkan
Wassalam
Yep
Terima kasih yep, atas nasihatnya, dan haditsnya, sungguh mencerahkan
barang siapa memberi maaf ketika ia mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran.
tapi memang tidak pantas jika menyebut seseorang dengan kata surury, apalagi dia blm mengenalnya, semoga ALLAH membukakan hatinya agar segera sadar.
yg sabar ya mas… ^_^
Setuju sekali dengan saran yang ini…
Jazakillah khoir atas nasihatnya mbak ika.
Insya Allah saya udah tidak menganggapnya, semoga itu hanya secuil kisah pahit di dalam perjalanan di dunia maya ini.
Iya mbak, kita sama-sama sabar yuk ^_^
Wah, sangat tidak enak sekali jika ada pertikaian di BLOG….
Jangan terpancing yawh Mas, semoga Allah benar2 membalasnya, kita tidak perlu benci…
Salam semangat selalu dari Bocahbancar
“Saya juga baru denger istilah surury)
Terima kasih mas joko atas sarannya.
Insya Allah saya tidak menganggapnya kok, karena menanggapinya hanya akan menimbulkan persoalan baru yang lebih panjang.
Makash juga atas semangatnya. Salam bocahbancar juga
Walah emang begitu ya artinya…
saya lebih setuju jika blog dimanfaatkan untuk meningkatkatkan kadar keilmuan-keimanan dan mempererat tali silaturrahmi.
tnan9s ris..tnan9s.. sabar yaa..sabar..
anjin9 men99on99on9 oRan9 keren maH teteP Lewat
biasana neeh oran9 men9atakan demikian adaLah sendirinya yan9 seperti itu…
nda seharusnya sesama muslim saLin9 men9hujatkan
kaTa kaTa yan9 Lembutlah yan9 diajarkan..
tapi ris 9w ju9a nda tau apa itu surury..
** belum tau banyak ris….
btw [oot]
9w nda bisa masuk ke pandublo9 ituh,nda bisa komen9 ya?
nda don9 ris klu masalah bisnis
Kan ada link-linknya wiend..
Mungkin aja salah satunya ada kolom komentarnya hihihi.. coba aja jelajahi semua, sama temen2 lu jg boleh
BTW thanks ya atas pencerahannya. Sekaligus juga thanks buat yang telah kasih suport utk tidak menghiraukan orang tsb. Hiks.. jadi terharu..
Mas Adi, saya bukan orang yang terlalu fasih dengan agama, tetapi mengatai seseorang dengan “surury atau mirip surury” buat saya adalah penghinaan yang paling dalam (stop!, saya tidak memanasi), seperti mas sering memberikan pandangan di blog saya yang kemudian menjadi pegangan buat saya. Sebagai yunior, saya hanya bisa bilang bahwa kesabaran mas sedang diuji. Dan adalah sebuah kenikmatan yang tiada terkira ketika lulus dalam ujian tersebut. Biarkanlah, an***g menggonggong kafilah berlalu.
Ini ada pantun mas :
Patung indah karena dipahat,
dipahat dengan pahat besi,
biar orang datang menghujat,
kelak terhukum mulut sendiri.
Kalau punai terbang menjauh,
Jangan dikira pulang kesarang,
Kalau tuan kuat dan teguh,
Takan jatuh badan kearang.
Salam.
Yah biasanya yang dituduh surury itu mereka2 yang bekerja sama dengan Ihya At-Turots, bahkan salah satunya yaitu ustad Kholid Syamhudi, Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Abu Haidar As-Sundawy, Abdul Hakim bin Amir Abdat semuanya dituduh surury, tapi mereka sendiri telah menyangkal hal itu, boleh jadi yg menuduh adalah surury sesungguhnya yang menyamar sebagai Salafy..Allohu A’lam
assalamu’alaikum
sabar wae mas…dah biasa orang2 kyk gtu…
bahkan kadang seorang ustadz/ da’i juga dikatakan dg julukan yg tidak pantas diucapkan oleh orang2 yang mengaku muslim apalagi mengaku di atas manhaj sunnah…
oya, mungkin si abu abdillah suruh dengerin dulu ceramah ust zainal abidin ttg apa itu Sururi, hehe…
http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/08/03/download-audio-mengenal-sururiyyah-ust-zainal-abidin/
Laa Tagdhab..laa Tagdhab..Laa Tagdhab !
Benar nggak tulisannya ya ?? maklum newbie
Bener kok syekh
Insya Allah, Makasih ya syekh atas petuah dan nasihatnya
assalamu’alaikum
alhamdulillah kang, ane dah lulus…4 agustus kemaren, hehe
doakan ajah ya mas, biar bisa segera zuwaj..amin
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, tinggal selangkah lagi donk. Ditunggu undangannya yak
Pingback: Sebuah Diskusi : Mengapa Komentar Saya Tidak Ditanggapi? | RISOFTE